Jumat, 29 Juni 2012

Pesan Terkhir


Aku tidak tahu apa yang engkau nilai dari diriku, tapi 1 hal yang sangat ingin aku katakan padamu sebelum engkau meninggalkanku. sekiranya tidak ada cinta yang bersemayam di hatimu, maka tak akan aku sesali kebersamaan kita. Aku tahu tentang ketidak sempurnaanku, dan mungkin itulah menjadi alasan kejenuhanmu terhadapku. Tapi ketahuilah! tidak sedikitpun celah di hatiku untuk tidak mencintaimu. Tapi aku juga harus bangun dari mimpi indahku tentangmu. Mimpi yang selamanya akan memotivasi perjalanan hidupku. kelak ketika kita bertemu di lain kesempatan, sapalah Aku! Setidaknya menjadi bukti engkau masih mengenaliku! Meski ku tahu,cinta yang ku miliki tidak engkau balas. Tapi biarlah itu terjadi. Yang bisa Aku pahami bahwa Aku telah gagal membuatmu bahagia. Itu bukan salahmu, tapi hanya kegagalanku. karena itu, jangan sesali apa yang telah terjadi diantara kita! Jadikanlah itu sebagai pelajaran berarti bagimu untuk lebih teliti memilih penggantiku. Semoga engkau bahagia dengan keputusanmu...

Selasa, 26 Juni 2012

Cengkerama Ceria Cinta (1)


Sekalipun penuh derita wajah tetap berseri-seri; tertawa bagi orang Cinta adalah adat dan kebiasaan
Hidup ia tertawa mati pun ia tertawa seakan, karena gantinya adalah rahmat yang menyenangkan
Diam, penglihatan salah muncul karena terlalu sering bersoal-jawab


            Hati para Kekasih Tuhan remuk tatkala mencoba menatap Wajah Sang Maha Asmara. Ingatkah akan kisah Musa (‘a.s.) tatkala memohon penglihatan atas-Nya? Tuhan adalah Keberadaan Mutlak, yang tak terliputi apa-pun bahkan tak terbatasi apa-pun, dan karena itu tak punya lawan dalam segala Sifat Hakiki-Nya. Dan karena itu, Ia tiada akan tercapai penglihatan apa pun, Ia tiada akan tersentuh pendengaran apa pun dan Ia tiada akan tersentuh pembatasan apa pun, pula Ia tiada akan tersentuh apa pun kecuali diri-Nya sendiri. Yaa Quduusu, Yaa Allahu, Yaa Huwa.
Tabir terbesar penutup Wajah Tuhan adalah "keberadaan yang jamak". Dan di antara "keberadaan yang jamak", yang amat akrab dan intim adalah "keberadaan diri sendiri". Karena tak mungkin Tuhan dilihat kecuali oleh diri-Nya sendiri, karena yang ada hanyalah Ia Sendiri. Wahai Yang Menunjukkan atas Zat-Nya dengan Zat-Nya. Yaa man dalla ‘ala dzaatihi bidzaatihi. KeTunggalan Wujud-Nya Yang Hakiki adalah Ana (Aku) yang tak perlu terungkapkan dalam bahasa apa pun. Ana (Aku) dalam kemahaheningan bak gelap dasar palung samudera raya. Diam ! Demikian kata Maulana Rumi, semoga Allah senantiasa memuliakan ruh-nya. Penglihatan salah, tak lain kesesatan, muncul karena terlalu sering bersoal-jawab, yang tak lain adalah salah satu keterbelitan dalam samudera kejamakan.
Keberadaan jamak, yang sering disebut dengan mumkin al - wujud , tidak real. Dimitri yang gemuk, dimitri yang kaya, dimitri yang miskin, dimitri yang ini yang itu, saya dimitri dan lain-lain hanyalah buih-buih pembatasan percik air bahari, bukanlah Hakikat Bahari. Cinta (‘isyq) merupakan satu sifat essensial Zat, Yang Selalu Menarik Zat untuk menatapi Diri-Nya Sendiri Yang Maha Tersembunyi, Kuntu kanzan makhfiyyan.
Bagi orang-orang Cinta, menatap Wajah Tuhan adalah kenikmatan yang tak terhingga, sekaligus hakikat dari semua kenikmatan. Apa-apa yang tampak dari wujud, itulah yang disebut sifat-sifat Keindahan (atau Jamaliyyah) Tuhan. Sekilasan aroma tahi lalat Layla Sang Bidadari Malam memberikan pusaran kesejukan mahanikmat bagi para peCinta. Kugenggam sekeritingan rambut-Nya, saat bermain, karena tanpa itu kegilaan ini tak menghasilkan apa pun. Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhan-Nya mereka menatap.
Wa allohu a’lam bi ash-showwab

SYAIR CINTA 01


Jika enkau berkata cinta membuatmu susah,
Engkau salah.
Jika engkau berkata cinta membuatmu pilu,
Engkaupun keliru.
Jika engkau menganggap kebahagiaan datang dari cinta,
Maka itu hanya mimpi.
Lalu bagaimana cinta bisa dimengerti?
Buatlah cinta mengagumimu!
Buatlah cinta mendatangimu!
Buatlah cinta membanggakanmu!
Buatlah cinta betah bersamamu!
Buatlah cinta seperti apa cinta itu harusnya menjadi!
Bangunlah cinta dengan kasih sayang!
Kokohkan cinta dengan kejujuran!
Semangati cinta dengan ketulusan dan kesabaran!
Maka engkau akan bertemu secerca harapan bahagia
Jangan berharap apapun itu darinya!
Tapi nikmatilah apa yang diberikannya!
Jangan mengarahkan cinta seperti apa egomu!
Tapi berjalanlah mengiringinya
Seperti apa engkau membangun,
Mengokohkan dan menyemangati cinta!

Enky El-Musthafa@Juni-2012

Minggu, 24 Juni 2012

Renungan untuk Bakal Istriku


Bukankah engkau seharusnya sadar tentang kehadiranku?
Ku temani dirimu dengan kesabaran,
Ku temani dirimu dengan ketulusan,
Ku temani dirimu dengan kejujuran,
Ku temani dirimu dengan harapan
Engkau akan merasakan kehadiranku
Pada setiap hal yang egkau hadapi
Bukankah engkau seharusnya sadar tentang dukaku?
Duka saat egkau bercerita kenangan indah padaku
Dimana kenangan itu engkau ukir dengan orang yang tidak aku senangi
Duka saat engau berkata pada publik
Tentang diriku yang kurang engkau senangi
Duka saat engkau perlihatkan padaku tentang bukti cintamu tentangnya.
Bukankah angkau seharusnya sadar tentang keanggunanmu?
Anggunmu yang ku nikmati sejenak,
Namun lama untuk orang-orangmu, selainku
Anggunmu yang justru membuatku khawatir
Mungkin karena rasa cemburu
Tapi hampir saja membuatku merasa terkucilkan olehmu
Anggun yang mungkin membanggakanmu,
Tapi bagiku penuh penyesalan
Asal engkau tahu saja
Aku justru sangat menyayangimu dengan wajah yang biasa
Bukan karena tak senang dengan paras yang ayu
Tapi ayumu membuatku hampir merasa kehilanganmu
Aku sangat mengaharap engkau menyadari semua itu
Bukan karena berharap cintaku engkau balas
Tapi untuk membuatmu menilai orang yang benar-benar mencintaimu

Enky El-Musthafa@2012

Senin, 29 November 2010

Kehadiran

created by: nadir

temaram hati sentuh bulir air
jatuh berdenting di genangan duka
membiarkan gelombangnya meluas
hingga tak lagi tepi tersisa
sementara malam terus mendekap

hembusan angin malu menyapa

tak dirasa begitu kuat membakar kering hati
mencoba hadir disaat bara menyala
berarti mendekap sembilu
dan mati ...

adakah cinta kan hadir

disaat raga mati tak berdaya
padahal cinta tak pernah mati
mata boleh tertutup rapat
tapi jiwa terbentang luas menanti air kehidupan

itulah cinta ...

(coretan hati, waktu sekolah dulu)

PESAN-PESAN JIKA AKU MATI NANTI

Bismillahir rahmanir rahiem,

Keluarga dan SahabatQ yang kusayangi,

Aku tidak tahu kapan Sang Pemilik jiwaku ini memanggilku.
Namun demikian rasa khawatirku untuk tidak meninggalkan kesusahan dan keburukan sepeninggalku, telah mendorongku untuk berwasiat kepadamu sekalian.

Hendaklah kamu sekalian tidak bersedih hati dengan apa saja yang luput darimu dan tidak pula meratapi apa2 yang telah ditakdirkan Allah (swt) agar menjadi bagian dari kisah kehidupan di dunia ini. Kematianku tidaklah berbeda dengan kematian manusia lainnya. Yang demikian adalah karena setiap yang bernyawa pasti akan mati. [1]
Ketahuilah bahwa sesungguhnya aku tidak dapat memberi jaminan hidup atas hidupku sendiri sebagaimana aku tidak dapat memastikan apa yang dapat kita lakukan esok hari dari rencana2 kita. Yang demikian adalah karena kita adalah hamba2 Allah yang tidak memiliki sedikitpun kekuasaan dan kemampuan kecuali sekedar apa yang diberikan-Nya yang sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.

Jika aku mati, hendaknya kamu sekalian tidak panik. Kematian adalah perkara biasa yang orang lain juga menghadapinya. Uruslah jenazahku dengan kemampuan terbaik kalian. Jika aku sempat mandi sebelum aku mati, maka hendaklah tidak seorangpun yang mengulanginya. Kewajiban kalian adalah menutupi bagian2-ku yang masih terbuka dengan kain (kafan). Jika tidak, maka mandikan dan bersihkanlah bagian2 yang penting sebelum kalian mengkafaniku sehingga aku layak untuk menghadap Allah (swt).

Jika hanya seorang dari kalian yang ada di sisiku pada saat kematianku, hendaklah kamu memberitahu tetangga terdekat yang sekiranya mereka dapat membantu menguruskan jenazahku atau mereka memberitahu orang lain yang layak untuk memandikan dan mengkafankan jenazahku. Untuk hal ini, hendaklah mereka termasuk orang2 yang amanah yang dapat menjaga aurat dan aibku dengan baik.

Di bumi mana aku mati, maka tempat yang paling layak dan paling baik bagi jenazahku adalah tanah perkuburan yang terdekat dengan tempat kematianku. Yang demikian lebih aku sukai agar tempatku termasuk hal2 yang akan dapat memberi kesaksian tentang apa yang telah aku kerjakan buat agama ini. Oleh karena itu, janganlah se-kali2 kalian mencoba mengangkut atau membawa jenazahku lebih jauh dari tempat itu.

Dan jangan biarkan jenazahku menunggu. Jangan pula seorang dari kalian, orangtua, sanak famili, sahabat, handai tolan dan kawan2 baikku dijadikan alasan untuk menunda jenazahku masuk liang lahat. Selain perkara ini tidak membebani mereka yang mengurus jenazahku, hal itu juga lebih baik bagi mereka yang datang kemudian.

Jika yang datang kemudian adalah dari golongan orang2 yang sholeh, maka sudah tentu mereka akan tahu cara menolongku dengan pertolongan ghaib. Sebaliknya, jika yang datang kemudian adalah orang2 yang belum sempurna agamanya, maka hal itu tidak akan menambah kesalahan dan dosa mereka. [2]

Tahanlah lisan kalian dalam mengekspresikan rasa bela sungkawa atau duka cita kalian. Meskipun aku rela kamu mencurahkan air matamu, tetapi janganlah se-kali2 kamu meratap atau mengeluarkan kata2 kesedihan. Yang demikian adalah karena selain hal itu akan menyusahkanku di kubur, hal itu juga akan menjadi dosa bagimu.
Berserah dirilah kepada Allah (swt) tidak saja dalam urusan rezekimu, tetapi juga dalam semua aspek kehidupanmu. Yakinlah dengan keyakinan yang bulat bahwa Allah (swt) maha cermat dalam mengurus semua makhluk-Nya. Dia mustahil ceroboh sebagaimana Dia mustahil berbuat zhalim kepada ciptaan-Nya sendiri. Karena itu, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat [4].

Tidak ada warisan terbaik yang dapat aku tinggalkan kepada kalian selain aku telah berusaha dengan segala daya agar kalian terbiasa berada di jalan Allah. Dan meskipun aku seringkali gagal dalam memberi kalian warisan akhlak yang agung sebagaimana akhlak Rasulullah (saw), tetapi paling tidak kalian telah mengetahui bagaimana cara menghadirkannya jika kalian mau. Dan sekiranya ada benda2 yang aku tinggalkan pada kalian, maka orang terbaik diantara kalian adalah dia yang paling tidak memerlukannya.

Keluarga-ku, jika kelak kalian merindukanku, maka pasti dan pasti kalian akan menjumpaiku di akhirat hanya jika Allah (swt) ridho kepada kalian. Yang demikian adalah jika aku tercampak ke dalam neraka, maka sebagai ahli surga kalian dapat dengan mudah menziarahiku [5]. Sebaliknya, jika dengan rahmat-Nya, Allah (swt) memasukkanku sebagai salah seorang ahli surga, maka sesungguhnya tiada halangan apapun antara sesama ahli surga untuk saling menziarahinya.

Dan jika datang kepadamu orang2 agar kalian mengikuti cara hidup lain selain yang telah diajarkan oleh Rasulullah (saw), maka kuatkanlah keyakinan kalian dan gigitlah erat2 agama (Islam) ini dengan gerahammu dan katakan dengan tegas dan tekad yang bulat, "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia dari golongan orang musyrik." [6]

La ilaha illallah Muhammadur rasulullah. Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil azhim. Subhanallah.

Catatan kaki:

[1] Tiap2 yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Qs al Ankabut 29:57)
[2] Termasuk di dalamnya adalah dengan melakukan sholatul ghaib dan membicarakan kebaikan2 mayyit.
[3] Termasuk di dalamnya adalah orang2 yang lemah batin saat melihat mayyit sehingga melakukan hal2 yang tidak syar'i seumpama meratap dlsb.
[4] Hai orang2 yang beriman, mintalah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang2 yang sabar. (Qs al Baqarah 2:153)
Dan mintalah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang2 yang khusyuk. (Qs al Baqarah 2:45)
[5] Dan penghuni2 surga berseru kepada penghuni2 neraka (dengan menziarahi mereka sambil mengatakan), "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab, "Betul." (Qs al A'raf 7:44)
[6] Dan mereka berkata, "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk." Katakanlah, "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik." (Qs al Baqarah 2:135)

Sumber tulisan oleh : Subhan ibn Abdullah
(Mohon maaf dari Penjaga Kebun Hikmah atas adanya sedikit perubahan dari tulisan aslinya)