Minggu, 02 September 2012
Jumat, 29 Juni 2012
Pesan Terkhir
Aku tidak tahu apa yang engkau nilai dari diriku, tapi 1 hal yang sangat ingin aku katakan padamu sebelum engkau meninggalkanku. sekiranya tidak ada cinta yang bersemayam di hatimu, maka tak akan aku sesali kebersamaan kita. Aku tahu tentang ketidak sempurnaanku, dan mungkin itulah menjadi alasan kejenuhanmu terhadapku. Tapi ketahuilah! tidak sedikitpun celah di hatiku untuk tidak mencintaimu. Tapi aku juga harus bangun dari mimpi indahku tentangmu. Mimpi yang selamanya akan memotivasi perjalanan hidupku. kelak ketika kita bertemu di lain kesempatan, sapalah Aku! Setidaknya menjadi bukti engkau masih mengenaliku! Meski ku tahu,cinta yang ku miliki tidak engkau balas. Tapi biarlah itu terjadi. Yang bisa Aku pahami bahwa Aku telah gagal membuatmu bahagia. Itu bukan salahmu, tapi hanya kegagalanku. karena itu, jangan sesali apa yang telah terjadi diantara kita! Jadikanlah itu sebagai pelajaran berarti bagimu untuk lebih teliti memilih penggantiku. Semoga engkau bahagia dengan keputusanmu...
Selasa, 26 Juni 2012
Cengkerama Ceria Cinta (1)
Sekalipun penuh
derita wajah tetap berseri-seri; tertawa bagi orang Cinta adalah adat dan
kebiasaan
Hidup ia tertawa mati pun ia tertawa seakan, karena gantinya
adalah rahmat yang menyenangkan
Diam, penglihatan
salah muncul karena terlalu sering bersoal-jawab
Hati para Kekasih Tuhan remuk tatkala
mencoba menatap Wajah Sang Maha Asmara. Ingatkah akan kisah Musa (‘a.s.)
tatkala memohon penglihatan atas-Nya? Tuhan adalah Keberadaan Mutlak, yang tak
terliputi apa-pun bahkan tak terbatasi apa-pun, dan karena itu tak punya lawan
dalam segala Sifat Hakiki-Nya. Dan karena itu, Ia tiada akan tercapai
penglihatan apa pun, Ia tiada akan tersentuh pendengaran apa pun dan Ia tiada
akan tersentuh pembatasan apa pun, pula Ia tiada akan tersentuh apa pun kecuali
diri-Nya sendiri. Yaa Quduusu, Yaa Allahu, Yaa Huwa.
Tabir terbesar penutup Wajah Tuhan adalah
"keberadaan yang jamak". Dan di antara "keberadaan yang
jamak", yang amat akrab dan intim adalah "keberadaan diri
sendiri". Karena tak mungkin Tuhan dilihat kecuali oleh diri-Nya sendiri,
karena yang ada hanyalah Ia Sendiri. Wahai Yang Menunjukkan atas Zat-Nya dengan
Zat-Nya. Yaa man dalla ‘ala dzaatihi bidzaatihi. KeTunggalan Wujud-Nya Yang
Hakiki adalah Ana (Aku) yang tak perlu terungkapkan dalam bahasa apa pun. Ana
(Aku) dalam kemahaheningan bak gelap dasar palung samudera raya. Diam !
Demikian kata Maulana Rumi, semoga Allah senantiasa memuliakan ruh-nya.
Penglihatan salah, tak lain kesesatan, muncul karena terlalu sering
bersoal-jawab, yang tak lain adalah salah satu keterbelitan dalam samudera
kejamakan.
Keberadaan jamak, yang sering disebut dengan mumkin al -
wujud , tidak real. Dimitri yang gemuk, dimitri yang kaya, dimitri yang miskin,
dimitri yang ini yang itu, saya dimitri dan lain-lain hanyalah buih-buih
pembatasan percik air bahari, bukanlah Hakikat Bahari. Cinta (‘isyq) merupakan
satu sifat essensial Zat, Yang Selalu Menarik Zat untuk menatapi Diri-Nya
Sendiri Yang Maha Tersembunyi, Kuntu kanzan makhfiyyan.
Bagi orang-orang Cinta, menatap Wajah Tuhan adalah
kenikmatan yang tak terhingga, sekaligus hakikat dari semua kenikmatan. Apa-apa
yang tampak dari wujud, itulah yang disebut sifat-sifat Keindahan (atau
Jamaliyyah) Tuhan. Sekilasan aroma tahi lalat Layla Sang Bidadari Malam memberikan
pusaran kesejukan mahanikmat bagi para peCinta. Kugenggam sekeritingan
rambut-Nya, saat bermain, karena tanpa itu kegilaan ini tak menghasilkan apa
pun. Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhan-Nya mereka menatap.
Wa allohu a’lam
bi ash-showwab
SYAIR CINTA 01
Jika enkau berkata cinta membuatmu susah,
Engkau salah.
Jika engkau berkata cinta membuatmu pilu,
Engkaupun keliru.
Jika engkau menganggap kebahagiaan datang dari cinta,
Maka itu hanya mimpi.
Lalu bagaimana cinta bisa
dimengerti?
Buatlah cinta mengagumimu!
Buatlah cinta mendatangimu!
Buatlah cinta membanggakanmu!
Buatlah cinta betah bersamamu!
Buatlah cinta seperti apa
cinta itu harusnya menjadi!
Bangunlah cinta dengan kasih sayang!
Kokohkan cinta dengan kejujuran!
Semangati cinta dengan ketulusan dan kesabaran!
Maka engkau akan bertemu secerca harapan bahagia
Jangan berharap apapun itu darinya!
Tapi nikmatilah apa yang diberikannya!
Jangan mengarahkan cinta seperti apa egomu!
Tapi berjalanlah mengiringinya
Seperti apa engkau membangun,
Mengokohkan dan menyemangati cinta!
Enky El-Musthafa@Juni-2012
Minggu, 24 Juni 2012
Renungan untuk Bakal Istriku
Bukankah engkau seharusnya sadar tentang kehadiranku?
Ku temani dirimu dengan kesabaran,
Ku temani dirimu dengan ketulusan,
Ku temani dirimu dengan kejujuran,
Ku temani dirimu dengan harapan
Engkau akan merasakan kehadiranku
Pada setiap hal yang egkau hadapi
Bukankah engkau seharusnya sadar tentang dukaku?
Duka saat egkau bercerita kenangan indah padaku
Dimana kenangan itu engkau ukir dengan orang yang tidak aku senangi
Duka saat engau berkata pada publik
Tentang diriku yang kurang engkau senangi
Duka saat engkau perlihatkan padaku tentang bukti cintamu tentangnya.
Bukankah angkau seharusnya sadar tentang keanggunanmu?
Anggunmu yang ku nikmati sejenak,
Namun lama untuk orang-orangmu, selainku
Anggunmu yang justru membuatku khawatir
Mungkin karena rasa cemburu
Tapi hampir saja membuatku merasa terkucilkan olehmu
Anggun yang mungkin membanggakanmu,
Tapi bagiku penuh penyesalan
Asal engkau tahu saja
Aku justru sangat menyayangimu dengan wajah yang biasa
Bukan karena tak senang dengan paras yang ayu
Tapi ayumu membuatku hampir merasa kehilanganmu
Aku sangat mengaharap engkau menyadari semua itu
Bukan karena berharap cintaku engkau balas
Tapi untuk membuatmu menilai orang yang benar-benar mencintaimu
Enky El-Musthafa@2012
Langganan:
Postingan (Atom)


